Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Tahun Ini, dalam Kilas Cepat

Udah November. Udah mau mencapai akhir 2019. Naif jika mengatakan tahun ini lewat begitu cepat―karena nyatanya gue sendiri ngerasa ini tahun yang cukup lama, tapi gue pun ngerasa kok mendadak udah mau kelar aja. Tahun ini merupakan tahun yang cukup banyak memberikan pengaruh pada kedewasaan diri. Dibuka dengan sisa mental breakdown di akhir 2018, gue yang akhirnya kembali mengambil tanggung jawab yang sama untuk kedua kalinya, dan kebingungan-kebingungan lain karena masalah akademik. Tahun 2019 sejak awal sudah gue cap sebagai tahun yang ngga mudah. Dan bener. Banyak hal yang membuat gue mikir: apakah dosa gue emang sebanyak itu sampai-sampai ujian gue segininya. Mari kita mulakan dengan masalah magang. Sebagaimana diketahui, di kampus gue, mahasiswanya diwajibkan untuk melaksanakan magang akademik. Maganya bebas di mana aja, mahasiswanya diperbolehkan untuk nyari sendiri. Sayangnya, karena prosedurnya yang lumayan ribet, sampai Juli pun masih ada beberapa yang belum d...

Rokok, Benda Kecil yang Ngga Sesederhana Itu

Rokok merupakan barang yang cukup dekat dengan saya sejak masih balita. Dari keluarga Bapak, hanya beliau yang memutuskan untuk ngga merokok. Seluruh saudara laki-lakinya pernah menjadi perokok, bahkan ada yang bertahan sampai sekarang. Saya mulai skeptis dengan rokok ketika akhirnya benda kecil ini mempengaruhi kesehatan keluarga. Kakak tertua Bapak mengalami stroke yang mengakibatkan sebagian tubuh beliau susah digerakkan. Kakak kedua dari Bapak juga mengalami stroke yang kemudian membuat beliau memutuskan berhenti merokok. Ada lagi sih pakdhe saya yang masih merokok, tapi sepertinya kadarnya udah turun dibandingkan pas beliau masih belum sakit stroke. Intinya, setiap yang merokok di keluarga saya pasti ujungnya stroke. Masuk ke SMA, saya tertarik bergabung dengan organisasi yang berfokus mengampanyekan hidup sehat ke anak-anak di sekolah. Salah satu musuh kami, tentu saja, adalah rokok. Kami sempat membuat gerakan penukaran rokok dengan coklat beberapa kali, juga mengada...

Beberapa Hal yang Membuat Gue Emosional

  Photo by Christian Erfurt on Unsplash   Beberapa hari belakangan, kayaknya gue lagi kebanyakan tertawa deh sekembalinya ke Solo. Karena kebanyakan tertawa ini, berdasarkan mitos yang ada, akhirnya gue juga makin banyak menangis. Alhamdulillahnya ada beberapa yang merupakan tangisan bahagia. Tangisan pertama ialah ketika gue (finally) dapet PPA. Alhamdulillah, beasiswa ini emang yang paling mungkin gue raih karena keterbatasan dalam hal prestasi dan pencapaian sosial. Makanya beneran seseneng ini karena pemerintah masih percaya untuk memberikan uang ke gue yang nihil talenta ini. Uangnya sedianya mau dipakai kursus bahasa Inggris, cuman kayaknya bakalan difokuskan untuk membeli tiket ke Jakarta guna presentasi tugas magang yang belum juga kelar dan (mungkin) juga ditabung untuk keperluan KKN. Tangisan kedua, jelas, adalah tentang meninggalnya eyang Habibie. Kabar yang mengejutkan, indeed , karena beberapa saat sebelumnya, dikabarkan beliau semakin memba...