Langsung ke konten utama

Tentang Kelulusan dan Kegalauan yang Menyertainya

Assalamualaikum :D

Oke to the point aja. Udah lupa gimana caranya bikin basa basi. Maklum, udah hiatus selama tujuh bulan, dan hasilnya begini nih!

Seperti yang kalian ketahui, gue baru saja lulus dari kelas sembilan. Mari sejenak flashback kegiatan gue dulu.

Seperti yang kalian ketahui, kelas sembilan itu masa yang paling galau di SMP. Kita akan menentukan kemana langkah kita berikutnya. Kita akan menentukan masuk jurusan manakah kita di SMA nanti.Apakah IPA? Atau IPS? Nah, jurusan itu pula yang akan menentukan mau menjadi apa kita setelah lulus nanti. Karen menurut berita yang ada, kuliah lintas jurusan akan mulai dilarang. Lintas jurusan itu semisal lo SMA ambil IPA, tapi begitu di universitas lo ambil jurusan yang berkaitan sama IPS. Kita akan... Yah, pokoknya yang bikin galau itu ada di kelas sembilan.

Di kelas sembilan ini, gue nggak mau bersantai lagi. Gue nggak mau kejadian nilai buruk di kelas enam terulang lagi. Waktu itu, nilai UASBN gue hanya 24,90. Alhamdulillah di sekolah gue sekarang, dulu masuknya pakai test, dan alhamdulillah gue keterima *nari*.

Dengan pengalaman itulah, akhirnya gue dimasukkan ke sebuah bimbingan belajar oleh Bapak. Jadi kegiatan gue di kelas sembilan itu hanya dipenuhi belajar. Di sekolah sampai sore, kemudian malamnya les, dan sepulang les, gue harus menyelesaikan tugas gue dari sekolah (heran juga kenapa tugas malah semakin menggunung begitu mendekati yang namanya UN). Tidur cukup hanya mitos adek-adek. MITOS! Jam tidur seangkatan gue hampir dipastikan jam sepuluh ke atas.

Mendekati UN, gue lebih fokus lagi. Entah apakah ini rencana Tuhan, HP yang biasa gue gunakan untuk internetan jatuh dari tangan ketika gue jalan, dan LCDnya pecah :( Fix nggak bisa ikutan menggalau di timeline.

UN akhirnya datang. Gue udah berusaha semaksimal mungkin, dan inilah hasilnya *nyanyi lagunya Fatin*. Gue berusaha untuk mengingat dan menumpahkan apa yang gue tahu di soal UN. Soal UN gue coret-coret dengan semena-mena. Mungkin dia bakalan curhat sama sesamanya seusai gue pakai.

UN hari pertama Bahasa Indonesia, kemudian Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Jujur, dari seluruh soal, sebenarnya soal IPA itu paling sulit. Bahkan baru sampai nomor 20, sudah banyak nomor soal yang gue lingkari, tanda beluma gue kerjakan. Matematika alhamdulillah lumayan lancar, meskipun ada beberapa soal yang juga kurang teliti, sehingga harus mencari ulang. Heuh.

Seusai UN, liburan sebulan, kemudian kita suruh kumpul di sekolahan. Sebenarnya setiap Senin kita memang disuruh berangkat, dikarenakan sekolah biasanya didatangi sekolah lain (SMA atau SMK) untuk sosialisasi tentang sekolahan mereka.

Mendekati wisuda *ceileeh bahasanya* kita disuruh kumpul di sekolah. Agendanya sih menghapalkan lagu Mars (Mars sekolah sendiri aja nggak hapal --") Kenapa bisa NGGAK HAPAL? Santai. Jadi gini, Mars sekolah gue itu diganti, seiring dengan penghapusan sekolah berstandar internasional yang dianggap merupakan wujud pengkastaan pendidikan dan melanggar hak pendidikan gratis bagi seluruh siswa (Heuh bahasanya). Tapi, nyatanya, setiap ke sekolah, kita nggak pernah latihan nyanyi. Akhirnya, ada inisiatif untuk membagikan naskah Mars sebelum wisuda, dan kita nyanyi sambil baca Mars. --" Hebat bukan? Antimainstream gituloh. *dikeplak*

Dan saat pengumuman, gue datang lebih awal. Ngapain? Gladi bersih dong! Katanya bakalan mulai jam tujuh, tapi bahkan jam delapan gue masih nongkrong di dekat mushola. Gue malah sibuk chatting sama Naufal dan Rifqi. Mereka temen yang gue kenal dari internet, dan kebetulan satu angkatan sama gue. Si Rifqi sih udah tahu nilainya (paling bagus se kota Jambi malah) tapi si Naufal juga masih galau belum dikasih bocoran nilai.

Akhirnya, jam setengah sembilan, kita gladi bersih di lapangan sekolah. Yoi, di lapangan sekolah. Sayang nggak ada potonya. Sempat ujicoba wisuda juga, dan gue yang dipanggil buat maju ujicoba penerimaan map. Kalian bisa membayangkan saat lagi asyik ngobrol dengan Hanif, temen gue, dan dipanggil maju mendadak. Kemudian difoto. Dan di foto itu, gue jelek sekali :((

Akhirnya jam setengah sepuluh, acara dimulai. Wali murid mulai berdatangan. Setelah beberapa kali sambutan, akhirnya pengumuman tentang nilai tertinggi masing-masing pelajaran dan nilai tertinggi paralel. Matematika ada 41 anak. Dan gue berharap salah satu dari 41 itu ada gue.

Kemudian Pak Supra membacakan siapa saja yang menduduki ranking sepuluh besar. Gue nggak disebut. Kecewa sih, tapi semoga aja nilai gue nggak terlalu di bawah, sehingga gue bisa masuk ke sekolah yang gue mau.

Prosesi wisuda dilangsungkan. Gue absen dua di kelas. So, gue maju paling awal. Dan nilai gue........

36,65. Gue dapet nilai sepuluh di Matematika, dan Bahasa Inggrisnya...unpredictable. Padahal Bahasa Inggris adalah mapel yang gue harapkan bisa mendongkrak nilai gue. Sedih sih, karena target awalnya lebih dari itu. Tapi alhamdulillah dapet segitu. Gue denger-denger juga nilai yang lain pada turun. Yah, semoga aja nilai gue cukup untuk daftar sekolah besok.

Kalung saat wisuda. Alhamdulillah

Rincian nilai UN. Alhamdulillah

Dan akhirnya sekarang, gue nganggur. Iya, nggak ada kerjaan gitu. Udah beberapa kali keliling Bantul (kabupaten gue) untuk menemani temen gue nyari sekolah. Mereka udah mulai ribut memikirkan mau sekolah dimana. Beberapa temen gue juga sudah mengambil formulir dari SMA 1 dan SMA 2, jajaran sekolah favorit di kabupaten Bantul. Sedangkan gue malah masih galau mau sekolah dimana. Iya, gue galau! Awalnya pengen ke SMA N 1 Yogyakarta, tapi kemudian SMA N 2 terlihat menarik. Apa mungkin karena kakak kelas aku yang masuk sana lebih sering update Twitter? Mungkin :D

Yaaah, kita lihat saja nanti gue sekolah dimana. Doakan sekolah tersebut merupakan sekolah yang emang terbaik bagi masa depan gue nantinya.

Dan yang perlu kalian tahu teman-teman dan adek-adek yang juga mau masuk SMA, berhubung Kurikulum 2013 sudah akan diterapkan dan angkatan gue merupakan angkatan pertama yang menggunakan kurikulum tersebut, maka akan ada ujian untuk menentukan penjurusan. Jadi, nanti setelah diterima di sekolah manakah gue, gue bakalan dites untuk menentukan di jurusan manakah gue bakalan berada. IPA atau IPS. Doakan gue masuk IPA ya :D

Mengingat hal ini, gue jadi keingetan sama si Hana, temen gue yang down banget sama nilainya. Dia udah takut duluan mau masuk SMA mana, karena takut masuk kelas IPS. Padahal cita-cita dia ada di IPA. Setelah kepo ibu-ibu yang jaga loket SMA N 2 Bantul, Hana jadi kembali bahagia. Semangat Hana! :D

Gue juga inget sama temen-temen yang daftar dua sekolah tapi ditolak sama salah satu sekolah karena ada temen yang keceplosan ngomong kalau Surat kelulusan mereka (gambar hasil nilai di atas) udah dipakai untuk daftar sekolah satunya. Kemudian mereka ditolak. -______-

Baiklah, segini dulu postingan gue. Maaf kalau ada salah kata. Maklum, selama UN gue hiatus nulis dan nggak ngeblog selama 7 bulan. Hanya buat short-post di blog lama gue. Woke, see you next time kalau gue udah dapet sekolahan ya. Bye :D

Assalamualaikum.

PS : Buat kalian yang lulus UN, selamat! Selamat Buru SMA! 'o')9

Angkatan 2013 Jaya!

Komentar

  1. Hore nama dicantumkan :D tapi nilai Matematiknya bikin jealous bgt T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha. Lo udah daftar belom? Nggak usah jealous juga :D

      Hapus
  2. GANAZ! Selamat ya! Mulai sekarang pikirkan cita-citamu betul-betul yah. Supaya nanti kalau kamu kuliah kamu tidak salah jurusan. Masa depanmu dimulai dari hari ini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diterima di SMA Negeri 8 Yogyakarta

Hai! :D Jadi ceritanya, hari ini adalah hari terakhir pendaftaran sekolah menengah atas atau bahasa gaulnya SMA. Dari tadi pagi, gue udah siap-siap. Udah bolak balik rumahnya Deny buat mencetak formulir dan rumahnya Mesi untuk ambil formulir. Dari rumah Mesi gue dapet kabar kalau ternyata dia udah nggak mau mengikuti seleksi online untuk masuk ke SMA negeri di kota Yogyakarta. Dia memilih tetap di Bantul, di SMA 1 Bantul. Sebelumnya di Deny juga mau ikutan seleksi online, tapi nggak jadi, karena peluang masuknya kecil, katanya. Yasudah. Kembali ke rumah, masih bisa santai sampai jam sembilan. Jam sembilan, semua sudah siap, tapi mendadak Mbak suruh bikin formulir dengan pilihan sekolah yang kembali diacak. Dan kemudian bikin deh dua buah formulir, kemudian Mbak suruh bikin satu lagi dengan pilihan sekolah diacak kembali. Lalu kita berangkat, mencari tukang percetakan terdekat, kemudian Mbak kembali bilang kalau peluang masuk SMA Negeri 1 sudah tertutup. Peluang SMA Negeri 8...

Pengalaman Mengikuti Seleksi Beasiswa PPA 2018

Halo! Jadi aku kepikiran untuk menuliskan pengalaman-pengalaman aku ketika mengikuti seleksi program-program yang sempat aku ikuti. Sebenarnya ini lebih ke sharing sih, siapa tau dari temen-temen sekalian ada yang kebingungan mencari kating yang bisa diajak sharing, susah mau reach out pihak penyelenggara program, dan sebagainya. Semoga tulisanku ini ada manfaatnya, ya! Untuk yang pertama, aku mau sharing masalah Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik atau Beasiswa PPA. Beasiswa ini merupakan program dari Kemenristekdikti dan udah ada dari zaman Bapak dan Ibuku masih kuliah. I would say bahwa program ini punya persyaratan yang paling gampang, karena kamu cuman diminta mengumpulkan KRS, fotokopi kartu mahasiswa, dan beberapa hal lainnya yang istilahnya udah available lah, jadi ngga perlu repot-repot mikir. Tapi ini tergantung kampusnya sih, kebijakannya kadang beda-beda. But, karena kemudahannya itu, beasiswa ini jadi rame banget peminatnya. Setiap ada pengumuman Beasiswa PP...

Pengalaman Mengikuti Seleksi XL Future Leaders Batch 7

A Lo Ha! Sekarang aku mau sharing pengalaman ikutan seleksi XL Future Leaders batch 7, nih. Programnya XL ini cukup bergengsi sih dan tiap tahun makin banyak pendaftarnya. Soalnya XL beneran ngga main-main dalam menyelenggarakan program ini. Investasinya, kalau dinominalkan, katanya bisa mencapai jumlah 100 juta rupiah per orang. Hm, mantap juga. Aku tahu informasinya dari werbsite. Sebenarnya kemarin XL juga sempet ngadain Town Hall gitu di kampusku, tapi aku ngga bisa ikutan. Aku saranin kalian buat dateng Town Hall ini sih kalo acaranya ada di kampus kalian. Di sana, kalian bisa nanya-nanya langsung ke awardee dan minta banyak tips ke mereka. Berguna lah pokoknya. Tahap 1: Seleksi Administrasi Setiap program pasti ada seleksi administrasinya. Seleksi administrasi ini gampang gampang susah, sih. Di bagian awal, kamu diminta mengisi biodata dan beberapa tambahan informasi. Terus kalau ga salah, di bagian akhir, ada tiga soal esai yang harus kamu jawab. Aku ngga ngert...